Budaya Muna Mendunia: KKMM Sultra Raih Rekor MURI Lewat 1.228 Dulang Haroa

Ketgam Acara berlangsung di Tugu MTQ dan dihadiri tamu undangan serta pengurus KKMM yang mengenakan pakaian adat beragam corak, mencerminkan suasana kebudayaan yang kental.(Idekata.co.id)

KENDARI,IDEKATA.CO.ID, 20 Juli 2026– Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna Sulawesi Tenggara (KKMM Sultra) sukses menggelar kegiatan Silaturahmi Akbar di Kota Kendari, Minggu (19/7). Acara yang dihadiri puluhan ribu warga Muna dari berbagai daerah itu berhasil memecahkan Rekor MURI Dunia setelah berhasil menata 1.228 dulang haroa, melampaui target awal 1.200 dulang.

Verifikasi langsung dilakukan Senior Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Triyono. Setelah menghitung di lapangan, jumlah dulang yang tertata mencapai 1.228.

“Panitia menyampaikan rencana menghadirkan 1.200 dulang. Setelah kami lakukan verifikasi, jumlah yang kami temukan mencapai 1.228 dulang. Melihat keseluruhan rangkaian kegiatan, MURI memutuskan bahwa pencapaian ini dicatat sebagai rekor dunia,” ujar Triyono.

Silaturahmi Akbar ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Raja Muna La Ode Riago, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Bupati Muna Bahrun Labuta, Anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Anggota DPR RI Wa Ode Rabia Aldawia Ridwan, La Ode Rifai Pedansa, La Nika, serta jajaran anggota DPRD Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Ketua KKMM Sultra yang juga menjabat Bupati Muna Barat sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, mengaku bangga atas capaian tersebut.

“Saya tidak menyangka mendapatkan Rekor MURI. Alhamdulillah, pencapaiannya sangat luar biasa dan ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Muna,” ujar Darwin.

Ia menambahkan, predikat ini merupakan wujud persembahan untuk seluruh masyarakat Muna di berbagai penjuru wilayah.

Lebih dari sekadar seremoni, Darwin menegaskan Silaturahmi Akbar menjadi titik awal penguatan peran KKMM dalam pelayanan sosial. Organisasi telah menyiapkan program lanjutan berupa pengadaan mobil ambulans, tenda, kursi, dan perlengkapan penunjang lainnya yang akan ditempatkan di sekretariat. Program ini ditargetkan diperluas ke seluruh kabupaten di wilayah kepengurusan KKMM paling lambat akhir 2026.

“KKMM akan berperan aktif membantu penyelesaian berbagai persoalan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata,” tegas Darwin.

Sebagai bagian dari promosi budaya dan wisata, KKMM telah membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah untuk mengoptimalkan potensi destinasi wisata di wilayah tersebut.

 

 

Reporter: Muh. Aswan Uruti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *