Anggota DPRD Muna Barat La Ode Sariba: KKMM Harus Gerakkan Kolaborasi Muna Raya Lewat Budaya, Sosial, dan Bandara Sugimanuru

Ketgam Anggota Komisi III La Ode Sariba sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Muna Barat (Idekata.co.id)

LAWORO,IDEKATA.CO.ID, 20 Juli 2026 – Anggota Komisi III sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Muna Barat, La Ode Sariba, SP, menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap kekayaan budaya Muna. Menurutnya, warisan budaya tidak cukup hanya diingat dan diceritakan, tetapi harus diinventarisasi, didokumentasikan, hingga memiliki pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Hal itu disampaikannya saat menanggapi komitmen Kerukunan Keluarga Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kita tidak boleh hanya bangga memiliki budaya yang kaya, tetapi lalai melindunginya. Warisan budaya harus memiliki pengakuan hukum agar tetap menjadi milik masyarakat Muna dan menjadi aset pembangunan di masa depan,” ujar La Ode Sariba di Muna Barat, Senin 4 Mei 2026.

KKMM Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah

La Ode Sariba menilai KKMM sudah saatnya naik kelas. Tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, KKMM diharapkan menjadi penggerak kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah.

Fokus kolaborasi yang ia dorong meliputi:

  1.  Inventarisasi dan dokumentasi budaya, ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, seni, kerajinan, motif, bahasa, dan warisan budaya lainnya.
  2. Penerbitan HKI, agar budaya Muna terlindungi dan tidak diklaim pihak lain.
  3. Penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata, berbasis budaya.

“Budaya tidak mengenal batas administrasi. Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah secara historis memiliki akar peradaban yang sama. Karena itu pelestariannya juga harus dilakukan bersama. Ketika budaya kita terlindungi melalui HKI, identitas daerah semakin kuat dan peluang ekonomi terbuka,” jelasnya.

Ia berharap KKMM dapat menjadi jembatan yang menyatukan pemerintah daerah, lembaga adat, akademisi, dan masyarakat dalam satu gerakan pelestarian.

Apresiasi Program Sosial KKMM

Selain budaya, La Ode Sariba juga mengapresiasi program pelayanan sosial KKMM berupa penyediaan mobil ambulans, tenda, kursi, dan perlengkapan pendukung lainnya untuk masyarakat.

“Ini adalah bentuk gotong royong yang patut diapresiasi. Kehadiran ambulans, tenda, dan berbagai fasilitas sosial akan sangat membantu masyarakat dalam kegiatan sosial maupun situasi darurat. Kami berharap program ini menjangkau seluruh wilayah kepengurusan KKMM,” ujarnya.

Sebagai Ketua Bapemperda, ia menegaskan DPRD Muna Barat siap mendukung program yang bermanfaat bagi masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Bandara Sugimanuru Jadi Kunci Konektivitas Muna Raya

La Ode Sariba menyoroti pentingnya penguatan konektivitas kawasan melalui Bandara Sugimanuru. Ia menyebut bandara tersebut sebagai gerbang utama Muna Raya yang melayani masyarakat Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah.

“Bandara Sugimanuru adalah pintu gerbang Muna Raya. Jika konektivitas udara semakin baik, maka pariwisata akan tumbuh, investasi lebih mudah masuk, UMKM berkembang, dan roda perekonomian masyarakat akan bergerak lebih cepat,” tegasnya.

Ia mendorong ketiga pemerintah daerah membangun komitmen bersama untuk keberlanjutan operasional bandara tersebut.

Silaturahmi Akbar Jadi Titik Awal Gerakan Besar

Menutup pernyataannya, La Ode Sariba mendorong KKMM memfasilitasi lahirnya forum kolaborasi antar daerah. Forum ini diharapkan menyusun agenda bersama untuk pengembangan pariwisata, promosi budaya, penyelenggaraan festival, hingga penguatan transportasi kawasan.

“Silaturahmi Akbar KKMM hendaknya menjadi titik awal lahirnya gerakan besar Muna Raya. Jika budaya kita terlindungi, pelayanan sosial semakin kuat, pariwisata berkembang, dan konektivitas transportasi semakin baik, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.

DPRD Muna Barat berharap sinergi antara budaya, pelayanan sosial, pariwisata, dan infrastruktur dapat menjadi satu ekosistem pembangunan yang mengangkat Muna Raya menjadi daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada jati diri budayanya.

 

Reporter: Muh. Aswan Uruti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *