La Sagala: Status Paling Tepat Juara 1 Bersama Karena Pertandingan Belum Selesai

Ketgam istimewa La Sagala, S.Pd.,MM (Idekata.co.id)

Laworo,Idekata.co.id,31 Agustus 2026— Menyikapi pemberitaan mengenai laga final antara Warondo Family FC dan Nihi FC yang berakhir dengan pengunduran diri Nihi FC, pihak Desa Nihi menyampaikan klarifikasi resmi.

Melalui komunikasi langsung antara pelatih Desa Nihi dengan wasit yang memimpin pertandingan beserta anggota tim, pihak Desa Nihi merasa dirugikan oleh pernyataan wasit di tengah jalannya pertandingan terkait pelanggaran yang dilakukan pemain Warondo FC.

“Dalam komunikasi dengan wasit dan juga disampaikan ada kalimat dari wasit yang menyebutkan merasa takut kepada orang Warondo. Kalimat itu kami dengar dan itu yang membuat kami merasa tidak mendapat jaminan netralitas dalam memimpin pertandingan,” ujar Lisman, pelatih Nihi FC (30/8)

Atas dasar tersebut, Nihi FC memutuskan untuk mengajukan protes dan memilih tidak melanjutkan babak kedua. Keputusan itu diambil setelah berupaya melakukan dialog bersama panitia pelaksana, Camat Sawerigadi dan pelatih Tim Desa Nihi.

Camat Sawerigadi La Sagala membenarkan adanya permasalahan pada kepemimpinan wasit yang menjadi pemicu ricuhnya pertandingan.

“Kami dari pihak kecamatan mengakui ada kesalahan dalam penunjukan dan pengawasan kinerja wasit pada laga final kemarin. Pernyataan dan sikap wasit tersebut tidak seharusnya terjadi dan telah menyebabkan ketidaknyamanan serta memicu protes dari salah satu tim,”

Camat juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, kedua tim, dan panitia pelaksana atas kejadian yang mencoreng semangat sportivitas peringatan HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Sawerigadi. Minggu malam (30/8) di kediamanya

Panitia pelaksana tetap mengacu pada regulasi turnamen yang telah disepakati sebelum pertandingan. Karena Nihi FC memutuskan meninggalkan lapangan, maka sesuai aturan panitia menetapkan Warondo Family FC sebagai pemenang dan Juara 1 Turnamen Sepak Bola Kaki HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Sawerigadi yang di rilis dalam link media Aksakatasultra.id.

Namun terkait keputusan tersebut, Camat Sawerigadi La Sagala dalam pernyataan kepada media ini pada tanggal 31 Agustus 2026 menyampaikan sikap berbeda.

“Menurut pandangan kami sebagai pemerintah kecamatan, karena posisi pertandingan belum selesai dan skor masih 1-1, maka status yang paling tepat adalah Juara 1 Bersama ketika pertandingan tidak lagi dilakukan. Gol penyama kedudukan Warondo terjadi dalam situasi kepemimpinan wasit yang menimbulkan persoalan dan berujung pada kekacauan jalannya pertandingan,” tegas Camat La Sagala.

Pihak pelatih Desa Nihi, Lisman juga menyoroti ambisi Tim Warondo FC dalam turnamen ini.

Kami menilai ada ambisi yang berlebihan dari Tim Warondo FC untuk menjuarai kegiatan turnamen Kecamatan Sawerigadi, sampai pada titik melakukan intimidasi terhadap wasit dan bahkan berupaya mengumumkan diri sebagai juara secara sepihak di hadapan publik.

“Pihak Desa Nihi menegaskan tidak memiliki maksud mencederai persaudaraan antar desa. Kami tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kami hanya ingin ada keadilan dan wasit yang benar-benar netral. Kejadian ini jadi pembelajaran bersama,” Tutup Lisman

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *