Laworo,Idekata.co.id, 17 Juni 2026 — Kelompok Tani Bangun Tani di Desa Kampobalano, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat kini berhasil mencapai pemanfaatan pakan lokal hingga 80 persen. Capaian ini merupakan hasil dari program pemberdayaan yang berfokus pada pemanfaatan hasil samping tanaman pangan sebagai pakan sapi potong, serta penguatan di bidang pengolahan pakan, kesehatan ternak, dan manajemen usaha.
Program ini menyasar 14 peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Bangun Tani yang dipimpin oleh Darlin. Selama ini kelompok menghadapi dua tantangan utama, yaitu produksi dan manajemen. Pada aspek produksi, kendala meliputi ketersediaan pakan, kualitas bibit, sistem pemeliharaan, dan penyakit. Sementara di bidang manajemen, tantangan mencakup pakan dan nutrisi, breeding, kandang, kesehatan, hingga pencatatan usaha.
Inti dari program ini adalah pemanfaatan limbah hasil samping tanaman pangan. Bahan lokal yang tersedia dipilah dan dicacah, lalu diolah sesuai karakternya. Hay digunakan untuk proses pengeringan dan penyimpanan. Silase dibuat melalui fermentasi dalam kondisi kedap udara. Sementara amoniasi diterapkan pada bahan berserat dengan prosedur keamanan yang ketat.
Untuk mendukung proses tersebut, kelompok dibekali mesin chopper AGR CH65 berdaya 750 watt dengan kapasitas 500-1.000 kg per jam, drum plastik untuk silase, sarana penyimpanan, alat ukur kadar air hay, serta format pencatatan berbasis Excel. Teknologi ini dipadukan dengan prosedur pemeliharaan dan kesehatan agar evaluasi pakan bisa dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi ternak.
Di bidang kesehatan, kegiatan mencakup pencegahan penyakit, pengenalan gejala awal, menjaga kebersihan kandang, dan pengambilan keputusan untuk rujukan ke tenaga medis hewan.
Pada manajemen, anggota kelompok dilatih untuk mencatat penggunaan pakan, biaya, kesehatan ternak, perubahan populasi, penjualan, dan hasil usaha. Pencatatan ini bertujuan agar keputusan usaha tidak lagi hanya mengandalkan ingatan.
Program dijalankan melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan. Pemerintah Desa Kampobalano berperan dalam koordinasi, sementara tim dari perguruan tinggi mendampingi aspek produksi, sosial ekonomi, manajemen, dan kesehatan ternak.
Kegiatan ini diketuai oleh Surahmanto, S.Pt.,M.Sc., Dr. La Ode Muh. Munadi, S.Pt.,M.Pt., dan Wa Ode Umrawati Latif, S.Si.,M.Biomed. Program dilaksanakan dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada tahun pelaksanaan 2026.
Dengan model ini, diharapkan peternak di Kampobalano tidak hanya mandiri dalam pakan, tetapi juga memiliki sistem usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Reporter: Muh. Aswan Uruti












