Bimbingan Teknis Alat Pencacah Nilam sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Petani Nilam di Desa Puasana

Ketgam Bimbingan Teknis Alat Pencacah Nilam sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Petani Nilam di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara (Idekata.co.id)

Moramo Utara,Idekata.co.id, 4 Agustus 2026— Dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi pengolahan bahan baku nilam, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Alat Pencacah Nilam sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Petani Nilam di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara pada 4 Agustus 2026 yqng bertempat di Balai Pertemuan Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada Masyarakat melalui KKN Terintegrasi Tematik yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan melibatkan mahasiswa KKN Tematik sebagai pelaksana sekaligus narasumber dalam penyampaian materi kepada masyarakat.

Kegiatan Bimtek dihadiri oleh Pemerintah Desa Puasana dan para petani nilam sebagai kelompok sasaran. Dalam pelaksanaannya, materi dan pengenalan teknologi dipresentasikan oleh mahasiswa KKN Tematik dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai latar belakang penggunaan alat, fungsi dan bagian-bagian alat, prinsip kerja, tata cara pengoperasian, aspek keselamatan kerja, serta perawatan alat pencacah nilam.

Alat pencacah nilam yang diperkenalkan merupakan teknologi tepat guna yang dirancang untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan pencacahan bahan baku nilam yang selama ini masih dilakukan secara manual. Proses pencacahan secara manual membutuhkan waktu relatif lama, memerlukan tenaga yang cukup besar, dan cenderung menghasilkan ukuran cacahan yang tidak seragam. Melalui penerapan alat pencacah mekanis, proses pencacahan diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan menghasilkan ukuran bahan yang lebih seragam.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik juga memberikan demonstrasi penggunaan alat secara langsung, sehingga petani dapat memahami cara kerja dan pengoperasiannya. Peserta diberikan kesempatan untuk mengamati proses pencacahan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah penggunaan alat yang aman dan benar. Selain itu, diberikan pula pemahaman mengenai perawatan sederhana agar alat dapat digunakan secara optimal dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani nilam, terutama dalam menghemat waktu dan tenaga, meningkatkan efisiensi kerja, serta meningkatkan kapasitas pengolahan bahan baku nilam. Ukuran cacahan yang lebih seragam juga diharapkan dapat mendukung proses pengeringan dan penyulingan sehingga pengolahan bahan baku nilam dapat dilakukan secara lebih efektif.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman di masyarakat. Melalui KKN Terintegrasi Tematik, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga berperan sebagai agen penerapan inovasi dan teknologi yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, mahasiswa diarahkan untuk mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memperkenalkan teknologi yang sesuai, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa dan kelompok petani.

Pemerintah Desa Puasana dan para petani nilam menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa KKN Tematik, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga teknologi tepat guna yang diperkenalkan tidak hanya digunakan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis KKN Terintegrasi Tematik ini, alat pencacah nilam diharapkan menjadi salah satu inovasi teknologi tepat guna yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan pengolahan nilam di Desa Puasana sekaligus memperkuat keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, meningkatkan produktivitas petani, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.

 

 

Reporter: Muh. Aswan Uruti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *